HUMANISTIK Mengkaji Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Inflasi: “Piring Gratis, Tak Menutupi Krisis

 

Himpunan Mahasiswa Administrasi Publik (HUMANISTIK FISIPHUM UMSI) melalui Departemen Pengabdian Masyarakat telah melaksanakan kegiatan kajian bertema “Piring Gratis, Tak Menutupi Krisis” sebagai ruang diskusi untuk membahas isu kebijakan publik yang sedang menjadi perhatian masyarakat. Kegiatan ini kemudian didukung oleh Departemen Informasi dan Komunikasi dalam mengolah hasil diskusi menjadi rilis berita agar gagasan dan temuan yang berkembang dalam forum kajian dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas.

Berdasarkan materi yang dipaparkan oleh pemantik, kajian membahas keterkaitan antara kebijakan Makan Bergizi Gratis (MBG) dan dinamika inflasi yang memengaruhi kondisi sosial serta ekonomi masyarakat. Pada pembahasan mengenai MBG, peserta diajak memahami bahwa program ini bertujuan mendukung pemenuhan gizi dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Namun, keberhasilan program tidak hanya ditentukan oleh tujuan yang ingin dicapai, tetapi juga oleh pelaksanaannya di lapangan, termasuk dari sisi pengawasan, pemerataan, dan efektivitas program..

Dalam kajian tersebut membahas sejumlah data dan isu yang menjadi perhatian publik terkait pelaksanaan MBG. Salah satunya adalah data yang dipaparkan berasal dari Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) mengenai laporan dugaan 37.270 anak terdampak kasus keracunan yang dikaitkan dengan pelaksanaan MBG pada periode Januari 2025–Mei 2026. Data tersebut menjadi bahan refleksi bersama untuk melihat pentingnya standar keamanan pangan, sistem pengawasan, serta kesiapan pelaksanaan program dalam skala nasional.

Tidak hanya itu, kajian juga menyoroti berbagai pemberitaan terkait tata kelola dan penggunaan anggaran program yang memunculkan pertanyaan publik mengenai efektivitas dan prioritas belanja negara. Dalam diskusi dipaparkan bahwa terdapat isu mengenai penggunaan anggaran pada sejumlah pengadaan yang dipandang tidak berkaitan langsung dengan tujuan utama program, serta munculnya perdebatan mengenai alokasi pembiayaan MBG dalam struktur APBN yang turut bersinggungan dengan sektor pendidikan dan kesehatan.

Pembahasan kemudian dikaitkan dengan persoalan inflasi. Kajian menekankan bahwa kenaikan harga bukan sekadar persoalan angka ekonomi, tetapi berdampak langsung terhadap kehidupan sehari-hari masyarakat, mulai dari menurunnya daya beli, meningkatnya tekanan rumah tangga, hingga terbatasnya akses terhadap kebutuhan dasar seperti pangan dan pendidikan. Dalam konteks tersebut, peserta diajak melihat bahwa kebijakan publik memerlukan pendekatan yang tidak hanya cepat, tetapi juga tepat sasaran, transparan, dan berkelanjutan.

Melalui kajian ini, HUMANISTIK FISIPHUM UMSI berharap mahasiswa tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi juga mampu menjadi ruang lahirnya gagasan yang kritis, reflektif, dan solutif. Sebab, kebijakan yang baik bukan hanya yang terdengar besar di atas kertas, melainkan yang benar-benar menghadirkan manfaat dan menjawab kebutuhan masyarakat di lapangan.

 

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak