HUMANISTIK FISIPHUM UMSI kembali menyelenggarakan kegiatan HUMANISTIK DEBATE COMPETITION (HDC) Season 2. Kegiatan ini dimulai sejak Technical Meeting pada 9 April 2026 yang dilaksanakan secara daring melalui Google Meet. Seluruh peserta dari berbagai perguruan tinggi, panitia, serta Steering Committee (SC) yaitu Zulkarnain, Akmal Maulana, dan Galang Al-Faruq telah dipersiapkan untuk mengikuti rangkaian kegiatan secara maksimal.
Memasuki hari pertama kegiatan inti, pada 12 April 2026,
peserta mulai berdatangan dan dijemput oleh panitia menuju penginapan. Suasana
keakraban mulai terbangun saat Malam Pengakraban yang dilaksanakan di Kampus
Universitas Muhammadiyah Sinjai. Momen ini menjadi awal yang hangat untuk
saling mengenal, berbagi cerita, serta membangun relasi antar peserta dari
berbagai latar belakang.
Kegiatan berlanjut pada 13 April 2026 dengan Grand
Opening yang berlangsung di Aula Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten
Sinjai. Acara ini dihadiri oleh beberapa lembaga,juri, dan para peserta HDC.
Dalam kesempatan tersebut, turut disampaikan sambutan oleh Wakil Rektor III
Universitas Muhammadiyah Sinjai, Bapak Dr. Mochamat Nurdin S.Ip., M.A., yang hadir mewakili Rektor
karena berhalangan, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda)
Kabupaten Sinjai Ibu Haerani Dahlan, S.IP., M.Si., yang hadir mewakili Bupati
Sinjai karena berhalangan, Pembina HUMANISTIK FISIPHUM, Bapak Mursak, S.Sos.,
M.Si., Badan Eksekutif Mahasiswa Fahjrul Ramadhan, Ketua Umum HUMANISTIK
FISIPHUM UMSI, Muh. Adam Syah, serta Ketua Panitia Abd. Wahidil Kahar. Kegiatan
ini secara resmi dibuka oleh , Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah
(Bappeda) Kabupaten Sinjai Ibu Haerani Dahlan, S.IP., M.Si. Selanjutnya,
kegiatan dilanjutkan dengan Seminar Nasional yang memberikan wawasan dan
inspirasi kepada seluruh peserta.
Setelah itu, rangkaian lomba dimulai dengan
babak penyisihan. Pada match pertama mempertemukan Universitas Hasanuddin
Makassar (UNHAS) melawan Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar (UINAM).
Match kedua mempertemukan Sekolah Tinggi Agama Islam Yapis Takalar (STAI)
melawan Universitas Sam Ratulangi Manado (UNSRAT). Match ketiga mempertemukan
Universitas Muslim Indonesia Makassar (UMI A) melawan Universitas Muhammadiyah
Makassar (UNISMUH). Match keempat mempertemukan Institut Agama Islam Negeri
Parepare (IAIN) melawan Universitas Muslim Indonesia Makassar (UMI B). Seluruh
pertandingan berlangsung intens hingga malam hari, menguji kemampuan, ketajaman
berpikir, serta kerja sama tim peserta.
Pada 14 April 2026, babak penyisihan masih berlanjut dengan semangat yang tidak kalah tinggi. Match pertama mempertemukan Universitas Hasanuddin Makassar (UNHAS) melawan Universitas Muslim Indonesia Makassar (UMI A). Match kedua Sekolah Tinggi Agama Islam Yapis Takalar (STAI) melawan Institut Agama Islam Negeri Parepare (IAIN). Match ketiga Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar (UINAM) melawan Universitas Muhammadiyah Makassar (UNISMUH). Match keempat Universitas Sam Ratulangi Manado (UNSRAT) melawan Universitas Muslim Indonesia Makassar (UMI B). Match kelima mempertemukan Universitas Hasanuddin Makassar (UNHAS) melawan Universitas Muhammadiyah Makassar (UNISMUH). Match keenam mempertemukan Sekolah Tinggi Agama Islam Yapis Takalar (STAI) melawan Universitas Muslim Indonesia Makassar (UMI B). Selanjutnya Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar (UINAM) melawan Universitas Muslim Indonesia Makassar (UMI A), dan pertandingan terakhir Universitas Sam Ratulangi Manado (UNSRAT) melawan Institut Agama Islam Negeri Parepare (IAIN). Para peserta terus menunjukkan performa terbaik mereka demi mendapatkan posisi menuju babak selanjutnya. Pengumuman hasil penyisihan pun menjadi momen yang penuh ketegangan sekaligus harapan bagi setiap tim.
Memasuki 15 April 2026, kompetisi mencapai tahap yang lebih menegangkan dengan dilaksanakannya babak semifinal. Pada match pertama Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar (UINAM) berhadapan dengan Institut Agama Islam Negeri Parepare (IAIN), sedangkan match kedua Universitas Sam Ratulangi Manado (UNSRAT) berhadapan dengan Universitas Hasanuddin Makassar (UNHAS). Setiap tim berjuang maksimal untuk menjadi yang terbaik. Puncak kompetisi ini menghadirkan pertandingan grand final antara Universitas Sam Ratulangi Manado (UNSRAT) dan Institut Agama Islam Negeri Parepare (IAIN) yang berlangsung sengit dan penuh strategi.Tidak hanya berfokus pada kompetisi, HDC Season 2 juga menghadirkan kegiatan field trip pada 16 April 2026. Peserta diajak mengunjungi berbagai destinasi seperti Benteng Balannipa, Taman Purbakala Batu Pake Gojeng, dan Hutan Mangrove. Kegiatan ini memberikan pengalaman baru sekaligus memperkenalkan potensi wisata dan budaya daerah kepada peserta.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan Malam Penganugerahan,
Milad 17 Tahun HUMANISTIK FISIPHUM UMSI, serta penutupan yang berlangsung
meriah di Ruang Pola Kantor Bupati. Acara ini turut dihadiri oleh beberapa
lembaga, juri, maupun peserta. Dalam kegiatan tersebut, sambutan penutupan
disampaikan oleh Ketua Panitia Abd. Wahidil Kahar, Ketua Umum HUMANISTIK
FISIPHUM UMSI, Muh. Adam Syah, Badan Eksekutif Mahsiswa Muh. Mahdi Akif,
Pembina HUMANISTIK FISIPHUM, Bapak Mursak, S.Sos., M.Si., Wakil Dekan Fakultas Akademik Bapak Syamsuddin, S.Sos., M.Si yang hadir
mewakili Dekan karena berhalangan. Kegiatan ini secara resmi ditutup oleh Wakil
Dekan Fakultas Akademik Bapak
Syamsuddin, S.Sos., M.Si.
Adapun hasil perlombaan HUMANISTIK DEBATE COMPETITION (HDC) Season 2 adalah sebagai berikut:
Juara I: Institut Agama Islam Pare-Pare (IAIN)
Juara II: Universitas
Sam Ratulangi Manado (UNSRAT)
Juara III:
Universitas Hassanuddin Makassar (UNHAS)
Penghargaan
Best Speaker diraih oleh: Dery Adrisal, Institut Agama Islam Pare-Pare (IAIN).
Penghargaan Best Essay diraih oleh: Muhammad Putra Mahardika Suma, Zefanya
Rawung, Indy Valensia Worang, Universitas Sam Ratulangi Manado (UNSRAT) dengan
judul esai ( Implementasi Program MBG Terhadap
Ambisi Gizi Nasional Berimplikasi Pada Keberhasilan Kualitas Pendidikan).
Setelah penyerahan hadiah kepada para pemenang, kegiatan
dilanjutkan dengan berbagai penampilan yang turut memeriahkan suasana malam
penganugerahan, di antaranya tari makkappu yang dibawakan oleh Fitri, Nila,
Salsa, Mida. Musikalisasi Puisi yang dibawakan oleh Fitri, Dilla. Puisi yang
dibawakan oleh Aditia. Dan Akustik yang dibawakan oleh Faizal, Farhan, Rifky. Penampilan
tersebut semakin menambah kesan hangat dan kebersamaan di penghujung kegiatan.
Akhirnya, pada 17 April 2026, seluruh peserta kembali ke
daerah masing-masing dengan membawa pengalaman, relasi, serta kenangan yang tak
terlupakan. Humanistik Debate Competition (HDC) Season 2 bukan hanya sekadar ajang kompetisi, tetapi juga
menjadi ruang pembelajaran, kebersamaan, dan pengembangan diri bagi seluruh
pihak yang terlibat.
HUMANISTIK
FISIPHUM UMSI kembali menyelenggarakan Kegiatan HUMANISTIK DEBATECOMPETITION (HDC)
Season. Dimulai sejak Technical Meeting pada 9 April 2026 yang dilaksanakan
secara daring melalui Google Meet, seluruh peserta dari berbagai perguruan
tinggi, panitia, dan Steering Committee (SC) yaitu Zulkarnain, Akmal Maulana,
dan Galang Al-Faruq yang dipersiapkan
untuk mengikuti rangkaian kegiatan secara maksimal.
Memasuki
hari pertama kegiatan inti, pada 12 April 2026, peserta mulai berdatangan dan
dijemput oleh panitia menuju penginapan. Suasana keakraban mulai terbangun saat
Malam Pengakraban yang dilaksanakan di Kampus Universitas Muhammadiyah Sinjai.
Momen ini menjadi awal yang hangat untuk saling mengenal, berbagi cerita, dan
membangun relasi antar peserta dari berbagai latar belakang.
Kegiatan
berlanjut pada 13 April 2026 dengan Grand Opening yang berlangsung di Aula
Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sinjai. Acara ini menjadi pembuka
resmi HUMANISTIK DEBATE COMPETITION (HDC) Season 2, dilanjutkan dengan Seminar
Nasional yang memberikan wawasan dan inspirasi kepada seluruh peserta. Setelah
itu, rangkaian lomba dimulai dengan babak penyisihan di match pertama
Universitas Hasanuddin Makassar (UNHAS) vs Universitas Islam Negeri Alauddin
Makassar (UINAM), di match kedua Sekolah Tinggi Agama Islam Yapis Takalar
(STAI) vs Universitas Sam Ratulangi Manado (UNSRAT), di match ketiga
Universitas MusLIM indonesia Makassar (UMI A) vs Universitas Muhammadiyah
Makassar (UNISMUH), di match keempat Institut Agama Islam Pare-Pare (IAIN) vs
Universitas Muslim Indonesia (UMI B), yang berlangsung intens hingga malam hari,
menguji kemampuan, ketajaman berpikir, serta kerja sama tim peserta.
Pada 14
April 2026, babak penyisihan masih berlanjut match pertama Universitas
Hasanuddin Makassar (UNHAS) vs Universitas Muslim Indonesia (UMI A), di match
kedua Sekolah Tinggi Agama Islam Yapis Takalar ( STAI) vs Institut Agama Islam
Pare-Pare (IAIN), di match ketiga Universtas Islam Negeri Alauddin Makassar (
UINAM) vs Universitas Muhammadiyah Makassar (UNISMUH), di match keempat
Universitas Sam Ratulangi Manado ( UNSRAT) vs Universitas Muslim Indonesia (UMI
B), di match kelima Universitas Hasanuddin Makassar ( UNHAS) vs Unuversitas
Muhammadiyah Makassar ( UNISMUH), di match keenam Sekolah Tinggi Agama Islam
Yapis Takalar ( STAI) vs Universitas Muslim Indonesia ( UMI B), Universitas
Islam Negeri Alauddin Makassar ( UINAM) vs Universitas Muslim Indoensia
Makassar ( UMI A), kemudian di match terakhir Universitas Sam Ratulangi Manado
( UNSRAT) vs Institut Agama Islam Pare-Pare ( IAIN), dengan semangat yang tidak
kalah tinggi. Peserta terus menunjukkan performa terbaik mereka demi
mendapatkan posisi menuju babak selanjutnya. Pengumuman hasil penyisihan pun
menjadi momen yang penuh ketegangan sekaligus harapan bagi setiap tim.
Memasuki 15
April 2026, kompetisi mencapai tahap yang lebih menegangkan dengan
dilaksanakannya babak semifinal di match pertama Universitas Islam Negeri
Alauddin Makassar ( UINAM) vs Institut
Agama Islam Pare-Pare (( IAIN), di match kedua Universitas Sam Ratulangi Manado
( UNSRAT) vs Universitas Hasanuddin Makassar (UNHAS). Setiap tim berjuang
maksimal untuk menjadi yang terbaik. Puncak kompetisi ini menghadirkan
pertandingan yang sengit dan penuh strategi, hingga akhirnya masuk ke grand
final yaitu Universitas Sam Ratulangi Manado ( UNSRAT) vs Institut Agama Islam Pare-Pare.
Tidak hanya
berfokus pada kompetisi, HDC Season 2 juga menghadirkan kegiatan field trip
pada 16 April 2026. Peserta diajak mengunjungi berbagai destinasi seperti
Benteng Balannipa, Taman Purbakala Batu Pake Gojeng, dan Hutan Mangrove.
Kegiatan ini memberikan pengalaman baru sekaligus memperkenalkan potensi wisata
dan budaya daerah kepada peserta.
Rangkaian
kegiatan ditutup dengan Malam Penganugerahan dan milad 17 tahun HUMANISTIK
FISIPHUM UMSI serta Penutupan yang berlangsung meriah di Ruang Pola Kantor
Bupati. Momen ini menjadi ajang penghargaan bagi para pemenang sekaligus
penutup yang penuh kesan bagi seluruh peserta dan panitia.
Akhirnya,
pada 17 April 2026, peserta kembali ke daerah masing-masing dengan membawa
pengalaman, relasi, serta kenangan yang tak terlupakan. HDC Season 2 bukan
hanya sekadar ajang kompetisi, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran,
kebersamaan, dan pengembangan diri bagi seluruh pihak yang terlibat.
.jpeg)


